Peningkatan Literasi Musikal Jemaat melalui Pelatihan Suling Bambu Berbasis Sistem Nada di Seram Bagian Timur, Maluku

Main Article Content

Nelsano Anesry Latupeirissa
Fridolin L Muskitta

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi musikal jemaat melalui pelatihan pembuatan dan teknik memainkan suling bambu serta pelatihan dasar permainan keyboard. Kegiatan dilaksanakan di Jemaat GPM Sabuai, Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan melibatkan peserta yang berasal dari Jemaat GPM Sabuai dan Jemaat GPM Naiwel. Permasalahan yang dihadapi adalah praktik bermusik yang masih bersifat intuitif dan belum didukung oleh pemahaman sistem nada yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan experiential learning melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 60 peserta pelatihan meniup suling bambu, 8 peserta pembuatan suling bambu, serta 4 peserta pelatihan keyboard. Hasil pengamatan selama kegiatan menunjukkan adanya perkembangan pemahaman peserta terhadap sistem nada dan keterampilan teknis dalam memainkan alat musik, yang terlihat dari kemampuan mengenali nada dasar, menerapkan posisi jari dalam permainan suling, serta menggunakan akor dasar untuk mengiringi lagu jemaat secara lebih terarah. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pembuatan suling bambu dengan pendekatan yang lebih sistematis. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pengembangan kapasitas musikal secara individual dan kolektif melalui pemanfaatan potensi musik lokal. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dapat mendukung penguatan literasi musikal dan kapasitas seni berbasis budaya lokal dalam lingkungan jemaat.

Article Details

How to Cite
Latupeirissa, N. A., & Muskitta, F. L. (2026). Peningkatan Literasi Musikal Jemaat melalui Pelatihan Suling Bambu Berbasis Sistem Nada di Seram Bagian Timur, Maluku. PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 122–130. https://doi.org/10.37148/pekat.v5i2.173
Section
Articles

References

Bartleet, B.-L. and Higgins, L. (eds.) (2018) The Oxford Handbook of Community Music. Oxford University Press. Available at: https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780190219505.001.0001.

Barton, G. and Riddle, S. (2022) “Culturally responsive and meaningful music education: Multimodality, meaning-making, and communication in diverse learning contexts,” Research Studies in Music Education, 44(2), pp. 345–362. Available at: https://doi.org/10.1177/1321103X211009323.

Berbel Gómez, N., Murillo Ribes, A. and Riaño Galán, M.E. (2020) “Cuando el barrio educa: aprendizaje situado y creación artística colaborativa como herramienta en la formación musical del futuro docente,” Revista Electrónica de LEEME, (46), p. 68. Available at: https://doi.org/10.7203/LEEME.46.17764.

Dunphy, K. (2018) Theorizing Arts Participation as a Social Change Mechanism. Edited by B.-L. Bartleet and L. Higgins. Oxford University Press. Available at: https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780190219505.013.16.

Green, Lucy. (2008) Music, informal learning and the school: a new classroom pedagogy. Ashgate.

Hadjikou, C. (2021) “Experiential learning in music education: investigating the Cypriot context,” Music Education Research, 23(4), pp. 403–415. Available at: https://doi.org/10.1080/14613808.2021.1874328.

Hallam, S. and Himonides, E. (2022) The Power of Music. Cambridge, UK: Open Book Publishers. Available at: https://doi.org/10.11647/OBP.0292.

Hess, J. (2020) “Finding the ‘both/and’: Balancing informal and formal music learning,” International Journal of Music Education, 38(3), pp. 441–455. Available at: https://doi.org/10.1177/0255761420917226.

Kolb, D.A. (2015) Experiential learning: experience as the source of learning and development. 2nd ed. Pearson Education, Inc.

Latupeirissa, N.A. (2022a) “Batu Bernada di Ulahahan: Ide Pembuatan dan Organologi Alat Musik Batu ‘Pele Vatwam,’” Journal of Music Science, Technology, and Industry, 5(1), pp. 49–68. Available at: https://doi.org/10.31091/jomsti.v5i1.1974.

Latupeirissa, N.A. (2022b) “Transmisi Musik Kapata Pelantikan Raja Allang,” PROMUSIKA, 10(1), pp. 24–32. Available at: https://doi.org/10.24821/promusika.v10i1.6831.

Latupeirissa, N.A. (2026) Resonansi Tradisi: Musik Batu Alifuru di Maluku dalam Lensa Budaya. 1st ed. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Latupeirissa, N.A. and Alfons, R.B. (2026) “From coastal material to relational sound: rethinking organology through the SUKABACA aerophone in Maluku,” Gelar: Jurnal Seni Budaya, 24(1), pp. 108–118. Available at: https://doi.org/10.33153/glr.v24i1.8336.

Lave, J. and Wenger, E. (1991) Situated Learning. Cambridge University Press. Available at: https://doi.org/10.1017/CBO9780511815355.

McPherson, G.E. and Welch, G.F. (eds.) (2018) Music learning and teaching in infancy, childhood, and adolescence: an Oxford handbook of music education, Volume 2. Oxford University Press.

Shouldice, H.N. (2020) “An investigation of musical ability beliefs and self-concept among fourth-grade students in the United States,” International Journal of Music Education, 38(4), pp. 525–536. Available at: https://doi.org/10.1177/0255761420914667.

UNESCO (2003) Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.