Pengembangan UMKM Kerupuk Puli Melalui Penerapan Teknologi Rumah Pengering dan Edukasi E-Marketing di Desa Curahlele, Kabupaten Jember
Main Article Content
Abstract
UMKM Kerupuk Puli di Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember merupakan usaha pangan lokal yang berpotensi berkembang, namun masih mengalami kendala dalam produksi dan pemasaran. Proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari membuat produksi bergantung pada cuaca, membutuhkan waktu lama, membutuhkan area penjemuran luas, dan berisiko terhadap kontaminasi. Selain itu, pemasaran masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan media digital secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM melalui penerapan teknologi rumah pengering dan edukasi e-marketing. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi peningkatan pengetahuan, dengan dukungan enumerator dalam pendampingan dan dokumentasi, serta diikuti oleh pemilik UMKM dan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan rumah pengering dapat mempercepat proses pengeringan dibanding metode terbuka dan lebih efisien dalam penggunaan ruang. Edukasi e-marketing meningkatkan pengetahuan mitra tentang pemasaran digital melalui media sosial, meskipun belum berdampak langsung pada peningkatan penjualan online. Secara umum, PkM ini meningkatkan kapasitas produksi dan pengetahuan pemasaran digital, serta menegaskan pentingnya teknologi tepat guna dalam meningkatkan daya saing UMKM.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.Agbor, J. M. (2011). The Relationship between customer satisfaction and service quality. Umeå University, Sweden.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Konsumsi Pangan Kabupaten Jember 2023. BPS Kabupaten Jember
Belessiotis, V., & Delyannis, E. (2011). Solar drying. Solar Energy, 85(8), 1665–1691. https://doi.org/10.1016/j.solener.2009.10.001
Esper, A., & Mühlenkamp, S. (2014). Solar dryer with greenhouse effect. Renewable Energy, 72, 378–383.
Jayaraman, K. S., & Das Gupta, D. K. (2005). Drying of fruits and vegetables. Journal of Food Science and Technology, 32(5), 389–401.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson.
Mujumdar, A. S. (2014). Handbook of industrial drying (4th ed.). CRC Press.
Prasetyo, H., Lestari, N., & Rahayu, M. (2022). “Pengaruh Faktor Produksi terhadap Kinerja UMKM Kerupuk di Jember.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan, 10(1), 55–66
Putri DA, Sari M. Analisis Keuntungan dan Pemasaran Kerupuk Tradisional di Jember. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pangan. 2021;5(2):14-22.
Rahman, M. S. (2007). Handbook of food preservation (2nd ed.). Boca Raton, FL: CRC Press.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sari, R. D., & Wahyuni, E. (2020). “Preferensi Konsumen terhadap Produk Kerupuk Tradisional di Jawa Timur.” Jurnal Pangan dan Agroindustri, 8(2), 114–122
Supriyadi B. Pengaruh Musim terhadap Produksi Kerupuk Puli. Jurnal Agroindustri. 2020;12(3):87-94.
Yuliana S, Andriani R. Pengembangan Produk Kerupuk Tradisional Sebagai Produk Pangan Lokal Unggulan. Jurnal Pangan Lokal. 2021;10(2):25-32.